Sama dengan ortu lainnya, pasti ingin anaknya sukses. Pertanyaannya..apa sih ukuran suatu kesuksesan? Sepertinya ukuran tersebut berbeda-beda bagi tiap orang. Dictionary mendefinisikan - success is 'the achievement of something desired, planned, or attempted'; 'the gaining of fame or prosperity'.
Kalau lihat definisi seperti ini, berarti ukuran kesuksesan itu ditekankan dari segi materi. Pengkotbah dalam Alkitab menyatakan pengejaran hikmat adalah sia-sia, kenikmatan hidup adalah sia-sia, mengejar kekayaan juga sia-sia.
Aku mau mendefinisikan kesuksesan bukan seperti itu. Karena itu sia-sia ;-)
Bagiku, anak-anak disebut sukses kalau :
1. Menjadi anak yang takut akan Tuhan.
2. Menjadi anak yang mempunyai empati dan kasih.
3. Menjadi anak yang bijaksana dalam bertindak dan berpikir sesuai dengan moral yang ditanamkan.
4. Percaya diri, baik dan sopan.
5. Mampu membina hubungan dengan sesama dengan baik tanpa memilih dan memilah asal usul sesamanya.
6. Mencintai keluarganya.
7. Mempunya kebiasaan hidup sehat dan makan makanan sehat.
8. Cinta belajar.
9. Mampu berkomunikasi dengan baik dan menyenangkan.
.....
hm....list nya bisa bertambah lagi. Tapi sementara ini dulu yang terpikir.
Anak bagaikan bintang yang indah. Bersinar dengan cara yang unik dan indah. Bila dijaga, dirawat, dihormati sebagaimana adanya mereka, mereka akan bersinar cemerlang dan bahagia
Sunday, August 12, 2007
Monday, August 6, 2007
Anak Panah
Ev'ry child is unique. Kalimat ini selalu yang aku ingatkan pada diri sendiri saat melihat anak-anak. Ga boleh bandingkan dengan anak lain yang lebih baik, lebih pintar, lebih cakep. Nanti jadi sebal, uring-uringan dan sulit bersyukur. Anak-anakpun jadi terluka dan ga percaya diri. Ga boleh bandingkan dengan yang lebih nakal, lebih bodoh, lebih jelek. Nanti jadi takabur dan bisa-bisa nanti salah membimbing anak. Anak-anakpun jadi tinggi hati dan ga bisa menerima teman-teman yang 'kurang' dari dirinya. Sering dalam hati bertanya-tanya, dengan cara aku dan Indra mendidik anak-anak, apa yah...jadinya Thea dan Joel ini 10 tahun lagi? atau ga usah jauh-jauh deh....3 tahun lagi Thea masuk masa puber, Thea ini bakal gadis yang seperti apa yah? apakah dia tetap jadi anak yang ceria dan bahagia? senang kumpul dengan keluarga? atau dia lebih suka ngumpul dengan teman-temannya? Gimana yah..kalau Thea dapat teman-teman yang tidak baik? tapi kemarin ini, baca Mazmur 127. Ada 3 hal yang mesti aku ingat :
- Tuhanlah yang membangun rumah. (127:1-2).
- Tuhanlah yang menjaga dan memelihara keluarga. (127:3-4).
- Tuhanlah yang memberkati keluarga. (127:5).
Aku akan ingat2 deh Mazmur ini kalau lagi punya pikiran itu..seperti pepatah bilang..."Mendidik anak itu seperti anak panah yang dilemparkan."
Subscribe to:
Posts (Atom)